WALHI Bengkulu Bersama Kelompok Perempuan Korban Kekerasan, Memperingati International Women’s Day 2023 Dengan Tema “Memperkuat Pengakuan Hak Perempuan Di Mata Negara”

Bengkulu, 09 Maret 2023 – Setiap 8 Maret, seluruh dunia memuji Hari Perempuan Sedunia. Peringatan ini tidak terlepas dari berbagai kasus yang di alami oleh perempuan. Penindasan, kekerasan dan ketidakadilan yang dialami perempuan dengan berbagai latar belakang dan identitas politiknya, seperti perempuan pesisir/nelayan, perempuan adat, perempuan petani, perempuan marjinal, perempuan rentan lainnya akibat kebijakan pemerintah, sistem Negara dan Korporasi. Penindasan dan ketidakadilan terus terjadi semakin parah akibat dari kebijakan pemerintah dan pembiaran oleh pemerintah atas kasus yang terjadi.

Semakin tingginya pengrusakan lingkungan yang memperparah situasi dan kondisi perempuan, pelanggaran HAM dan kekerasan terhadap perempuan pejuang lingkungan terus terjadi, penegakan terhadap tubuh, perampasan wilayah kelola, mempersulit ruang gerak, serta kekerasan terhadap perempuan dalam pengambilan keputusan sehingga membuat perempuan terpinggirkan, hal ini juga semakin diperparah oleh kekerasan yang dilakukan negara melalui kebijakan pemerintah dan pembiaran kasus oleh pemerintah.

Pembangunan dan pemanfaatan ruang yang tidak memperhatikan perempuan, bahkan Negara dan korporasi selalu menggunakan cara-cara kekerasan. Sistem pembangunan yang berorientasi pada ekploitasi SDA berdampak pada penghancuran ekologis dan perampasan ruang hidup , wilayah kelola dan hak-hak rakyat (perempuan dan laki-laki). Kebijakan yang di lahirkan oleh pemerintah tidak diarahkan pada keberlanjutan lingkungan dan ekologi dan hak rakyat.

Terhadap kondisi ini kemudian mendorong perempuan-perempuan pejuang lingkungan untuk bersatu dan bersama melawan penghacuran lingkungan dan perampasan hak-hak perempuan serta menghentikan tindakan-tindakan negara yang melakukan kekerasan terhadap perempuan melalui kebijakan-kebijakan yang mengakomodir secara besar-besaran kepentingan korporasi sehingga membelakangkan hak-hak hak perempuan.

Dalam rangka memperingati hari perempuan internasional, WALHI Bengkulu berinisatif mengadakan 5 rangkaian kegiatan pada tanggal 8 maret 2023. Yaitu Diskusi publik, Sharing kasus, deklarasi, bazar, pameran, dan panggung rakyat.

Adapun beberapa alasan WALHI Bengkulu memilih rangkaian tersebut Puji Hendri Julita Sari, SH sebagai Manajer Perluasan Keadilan Gender dan Iklim Walhi Bengkulu mengatakan, “Pertama mengadakan agenda ini dengan tujuan untuk membuat ruang bagi perempuan se-provinsi bengkulu dari semua elemen yaitu NGO Se-Provinsi Bengkulu , Organisasi Rakyat Perempuan (Perempuan Pasar Seluma, Perempuan Sungai Lemau, Perempuan Teluk Sepang), OKP Se-Provinsi Bengkulu, BEM Se-provinsi Bengkulu, Yayasan-yayasan peduli perempuan, Komunitas-komunitas senior, organisasi pecinta alam dan membuka undangan terbuka untuk masyarakat bengkulu terkhususnya perempuan. Kami berharap acara ini bisa menjadi ruang bagi perempuan Provinsi Bengkulu untuk bertemu, berkumpul, berdiskusi, sharing kasus hingga bergerak bersama.

Kemudian, juga dari rangkaian acara tersebut ada Diskusi Publik yang bertemakan “Kekerasan Tak Kasat Mata oleh Negara dan Korporasi terhadap perempuan”. Provinsi Bengkulu namun tidak terlibat oleh banyak orang dan negara, contohnya Kriminalisasi, Intimidasi dan Pelecahan Verbal yang dialami perempuan Pasar seluma, Tekanan Mental yang dialami ibu-ibu sungai lemau karena melakukan Krisis Iklim yang sudah mengancam ruang hidup bahkan nyawa mereka setiap hari, perempuan teluk sepang yang dirampas haknya untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, dan contoh-contoh lainnya lagi,” tegasnya.

Selanjutnya, bazar dan pameran tersebut, menjual produk-produk hasil wilayah kelola masyarakat, dan kerajinan-kerajinan tangan dari kelompok ibu-ibu menggunakan sumber daya alam di wilayah masing-masing sebagai kekayaan alam yang mereka manfaatkan untuk menambah perekonomian dengan konsep yang ramah lingkungan, Contohnya Pasar Seluma yang memanfaatkan kulit remis, kerang laut, dan kulit siput. Lubuk resam yang terkenal dengan kekayaan alamnya di manfaatkan oleh masyarakat untuk membuat kerajinan tangan seperti tikar, sendok, gelang, dll.

Serta pemeran foto yang memperlihatkan bentuk kekerasan kasat mata dan tak kasat yang dilakukan negara terhadap perempuan. Serta kegiatan yang berlangsung dari jam 13:00-22:00 WIB kemudian, di panggung rakyat, dari jam 19:00-22.00 WIB menjadi panggung bebas untuk seluruh perempuan dan undangan tamu menyampaikan aspirasi melalui seni yang tetap bertemakan kekerasan yang dilakukan negara terhadap perempuan.

Adapun 8 poin pernyataan tegas pada deklarasi “Perempuan Bengkulu Menggugat Negara” sebagai berikut:

1. Perempuan Memiliki Hak dan Merupakan Menjadi Tanggung Jawab Negara.

2. Hak perempuan menjadi landasan dalam bergerak dan bersuara.

3. Tidak ada keadilan ekologis tanpa keadialan gender, dan keadilan gender tidak cukup tanpa pengakuan dan pemenuhan hak perempuan.

4. Hak kami untuk menentukan nasib sendiri atas hak dan kehidupan kami, berpartisipasi penuh dalam penerapan UU dan aturan-aturan yang menyangkut perempuan terutama yang berkaitan dengan hak asasi manusia, status sosial, politik, ekonomi dan budaya.

5. Pemerintah harus mencabut kebijakan yang bertentangan dengan UNDRIP dan CEDAW serta tidak menerbitkan kebijakan-kebijakan yang menyangkut UU, peraturan-peraturan yang tidak memperhatikan hak perempuan.

6. Negara harus bertanggung jawab atas semua problematika yang terjadi terhadap perempuan di Indonesia.

7. Negara harus segera menerbitkan Undang-undang dan peraturan yang masih menjadi kebutuhan rakyat terutama tentang Perlindungan Perempuan Pejuang HAM dan Penerapan Pasal 66 UUPPLH.

8. Menolak Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang baru lulus pada tahun 2022.

9. Menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia No 2 Tahun 2022 tentang CIPTA KERJA

Narahubung : +62 821-7303-9354 (oleh Puji Hendri Julita Sari,SH sebagai Manajer Perluasan Keadilan Gender dan Iklim Walhi Bengkulu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *