Tepat 2 tahun pelanggaran ham terjadi di pesisir barat Desa Pasar Seluma

27 desember 2023 yang lalu tepat 2 tahun terjadi elanggaran HAM di peisir barat sangat komplit, hak atas ekonomi dan sosial budaya, hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat, bebas untuk berkumpul dan berkekpresi, bahkan hak atas tubuh perempuan.

Masyarakat Desa Pasar Seluma dan Pesisir barat Seluma mayoritas bermata pencarian sebagai nelayan, dan aktivitas pertambangan berada di wilayah tangkap nelayan, sehingga adanya pertambangan mengancam perekonomian nelayan.

Terjadinya konflik horizontal di tengah masyarakat, disebabkan oleh perbedaan pandangan masyarakat kontra dan beberapa masyarakat yg pro akan pertambangan, ada masyarakat yg saling tidak peduli, saling melaporkan, bahkan terjadi pelecehan seksual yang dilakukan oleh karyawan perusahaan PT.FBA. Sehingga adanya pertambangan dan pembiaran pemerintah atas konflik ini dianggap merusak tatanan sosial masyarakat di Pasar Seluma.

Pada 27 Desember 2023 tepat 2 tahun perjuangan masyarakat desa pasar seluma melakukan aksi penolakan Tambang pasir besi PT.FBA di lokasi pertambangan selama 5 hari 4 malam untuk meminta pemerintah datang dan menjadi wasit dalam konflik yang masyarakat hadapi, namun harapan masyarakat di balas dg pembubaran secara Paksa dan 10 dari masa aksi di tahan di POLRES seluma.

Selama 2 tahun perjuangan, masyarakat sudah mendatangi semua pemerintahan dari desa, kabupaten, provinsi, kementerian, staf kepresidenan bahkan sudah bertemu dg presiden secara langsung untuk memintah hak-hak mereka di akui, dipenuhi dan dilindungi. Namun hal itu tak kunjung di didapat, justru respon negatif yg selalu didapat oleh masyarakat, Kriminalisasi, Intimidasi, Deskriminasi.

Hal ini menyebabkan kemarahan, kekecewaan pada masyarakat sehingga membuat masyarakat tidak lagi percaya kepada pemerintah. Karena tidak ada satupun pemerintah yg bisa membuka mata, telinga dan menggunakan kebijakannya untuk hak mereka. Dan masyarakat Pesisir Barat Seluma menyatakan “Ketidakpercayaan terhadap Pemerintah”.

“ Belungguak, Betunggal, Berijo, Belawan Besamo-samo ”

 

#cabutizinptfaminglevtobaktiabadi

#selamatkanpesisirbarat

#pulihkanbengkulu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *